Pengertian Ekosistem Lengkap Beserta Komponen dan Jenis-jenisnya
Dalam berbagai pembahasan lingkungan, kata ekosistem kerap muncul dan menjadi topik yang penting untuk kita kenali. Apalagi bagi mereka para pelajar tentunya sudah sangat sering mendengarnya, bahkan memahami apa yang dimasksud dengan ekosistem. Hampir seluruh institusi pendidikan umumnya telah mengulas dan menjelaskan konsep tentang ekosistem. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih jauh mengenai ekosistem.
Ekosistem
Secara umum ekosistem dapat diartikan sebagai suatu sistem ekologi yang terbentuk dengan adanya hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dan lingkunagannya. Secara sederhana, ekosistem adalah sistem terpadu yang menghubungkan semua komponen lingkungan hidup dalam hubungan saling memengaruhi.
Ekosistem merupakan gabungan dari beberapa unit biosistem yang melibatkan interaksi dan hubungan timbal balik antara organisme dan lingkungannya.
Di dalam sebuah ekosistem, organisme dalam komunitas akan berkembang bersama-sama dengan linkungan fisik sebagai sebuah sistem.
Komponen Ekosistem
Langkah awal dalam mempelajari ekosistem adalah mengenali setiap komponen pembentuk yang saling berinteraksi di dalamnya. Komponen pembentuk ekosistem terbagi menjadi 2 yaitu komponen biotik dan komponen abiotik.
Komponen Biotik
Biotik merupakan sebuah istilah yang biasa digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotil adalah suatu komponen hidup yang menyusun suatu ekosistem. Berdasarkan peran dan fungsinya, komponen biotik dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
Heterotrof (Konsumen)
Heterotrof merupakan jenis organisme yang tidak mampu menghasilkan makanannya sendiri, sehingga bergantung pada bahan organik dari makhluk hidup lain sebagai sumber energi dan nutrisi. Komponen heterotrop disebut juga sebagai makro (fagotrof) karena makanan yang dimakannya memiliki ukuran lebih kecil. Yang termasuk dalam heterotrop adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.
Dekomposer (Pengurai)
Dekomposer, atau organisme pengurai, sering dikategorikan sebagai kelompok makro (saprotof) karena mereka mengonsumsi bahan organik dengan ukuran relatif besar sebagai sumber makanannya. Dekomposer, yang dikenal sebagai organisme pengurai, sering digolongkan sebagai makro (saprotof) karena mereka memanfaatkan bahan organik berukuran relatif besar sebagai sumber nutrisi. Yang tergolong sebagai dekomposer adalah bakteri dan jamur. Ada pula dekomposer yang disebut dengan detritivor, yakni hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contoh dari detritivor adalah kutu kayu.
Tipe dekomposisi ada tiga yaitu:
Aerobik: oksigen menjadi penerima elektron maupun oksidan.
Anaerobik: oksigen yang tidak terlibat atau bahan organik yang menjadi penerima elektron maupun oksidan.
Fermentasi: merupakan anaerobik namun bahan organik yang telah teroksidasi sebagai penerima elektron. Komponen tersebut berada pada suatu tempat dan dapat berinteraksi untuk membentuk suatu kesatuan ekosistem yang teratur.
Komponen Abiotik
Abiotik merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menyebut komponen tak hidup. Abiotik adalah komponen fisik dan kimia yang menjadi medium / substat sebagai tempat berlangsungnya kehidupan atau lingkungan yang dijadikan tempat hidup.
Sebagian besar dari komponen abiotik tergantung ruang dan juga waktunya. Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi organisme antara lain, sebagai berikut:
Suhu: dapat mempengaruhi proses biologi, mamalia dan unggas membutuhkan energi untuk dapat meregulasi temperatur dalam tubuhnya.
Air: dapat mempengaruhi distribusi organisme, organisme yang berada di gurun yang beradaptasi terhadap ketersediaan air yang ada di gurun.
Tanah dan batu: memiliki pH, struktur fisik dan juga komposisi mineral yang membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di tanah.
Iklim: merupakan kondisi cuaca dalam jangka waktu yang lama pada suatu area. Iklim dibagi menjadi 2 yakni iklim makro dan iklim mikro. yang termasuk dalam iklim makro adalah iklim global, regional, dan juga lokal sedangkan iklim mikro yang meliputi iklim yang ada dalam suatu daerah yang dihuni oleh komunitas tertentu.
Cahaya matahari: mutu atau karakter cahaya matahari yang diterima dapat menentukan berlangsungnya proses fotosintesis pada organisme.
Garam: garam memiliki kemampuan untuk memengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh organisme dengan cara mengatur perpindahan air melalui proses osmosis.
Jenis-jenis Ekosistem
Pada dasarnya, ekosistem dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis utama, yaitu ekosistem daratan, ekosistem perairan, serta ekosistem yang dibentuk atau dipengaruhi oleh manusia.
1. Ekosistem Darat / Teretsrial
Ekosistem darat atau bioma merupakan daerah jenis ekosistem yang memiliki ditentukan dengan temperatur dan curah hujan serta dapat dikontrol dengan iklim dan gangguan. Ekosistem darat dibagi menjadi 8, yaitu:
Hutan hujan tropis, merupakan salah satu ekosistem darat yang berada pada daerah beriklim tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi serta memiliki suhu tropis sekitar 25 derajat.
Sabana, merupakan ekosistem darat yang terletak di daerah tropis dan memiliki curah hujan tinggi bila dibandingkan dengan padang rumput.
Padang rumput, biasanya dapat ditemukan di daerah yang memiliki iklim tropis dan juga iklim subtropis yang cenderung memiliki curah hujan 40 – 60 inci per tahun, tetapi temperatur dan kelembaban masih tergantung musim.
Gurun, merupakan daerah gersang dan hanya memiliki sedikit curah hujan dan juga dapat dikatakan tidak memiliki curah hujan.
Hutan gugur, terdapat di daerah beriklim sedang yang memiliki 4 musim, ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun.
Taiga, merupakan ekosistem yang berada di daerah beriklim dingin seperti belahan bumi bagian utara. Biasanya ekosistem taiga hanya tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya
Tundra, berada di daerah terdingin yang ada di bumi seperti antartika dan juga artik, biasanya selama musim dingin tidak tersinari oleh matahari.
Karst, berada di daerah kumpulan batu gamping.
2. Ekosistem Air / Akuatik
Ekosistem air merupakan ekosistem terbesar yang ada di bumi. Peran cahaya matahari sangat penting karena turut memengaruhi keseimbangan dalam ekosistem. Ekosistem air dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
Ekosistem air tawar, berada pada air yang memiliki kadar garam sedikit dan juga dapat dibedakan berdasarkan keadaan air.
Ekosistem laut, berada pada air yang memiliki kadar garam tinggi dan ekosistem ini memiliki pergerakan air yang dapat dipengaruhi oleh arah angin.
3. Ekosistem Buatan
Ekosistem buatan adalah lingkungan yang sengaja diciptakan oleh manusia dengan tujuan memenuhi berbagai kebutuhan tertentu. Contoh ekosistem buatan adalah bendungan, hutan jati, hutan pinus, sawah, perkebunan sawit, dll
Referensi:
Artikel berjudul "Ekosistem" diakses pada 31 Mei 2020, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Ekosistem

Posting Komentar untuk "Pengertian Ekosistem Lengkap Beserta Komponen dan Jenis-jenisnya"
Ingatlah untuk selalu menjaga komentar tetap sopan dan mengikuti pedoman komunitas kami