Jenis-jenis Alat Ukur dan Fungsinya

Alat ukur adalah sebuah benda yang memiliki fungsi untuk mengukur satuan panjang, berat, temperatur, satuan lainnya. Jenis-jenis alat ukur ini wajib diketahui, karena dapat menunjang aktivitas sehari-hari.

jenis-jenis alat ukur dan fungsinya


Pada kesempatan kali ini pijaria.com akan membahas mengenai jenis-jenis alat ukur dan fungsinya.

Jenis-jenis Alat Ukur

Berikut ini jenis jenis alat ukur beserta fungsinya:

1. Penggaris

jenis-jenis alat ukur dan fungsinya


Penggaris merupakan alat ukur yang paling sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya penggaris terbuat dari bahan kayu, plastik, besi dan kertas. Fungsi utama penggaris adalah untuk mengukur satuan panjang dan alat bantu untuk menggambar garis lurus atau melengkung. Penggaris juga memiliki beberapa jenis, seperti penggaris segit tiga, penggaris siku, dan penggaris pola (digunakan dalam prosses penjahit). Harga penggaris ini sangat bervariasi tergantung dari ukuran dan kualitas bahan yang digunakan dalam pembuatannya.

2. Meteran

jenis-jenis alat ukur dan fungsinya


Sama halnya seperti penggaris, meteran merupakan alat untuk mengukur panjang, biasanya terbuat dari bahan yang fleksibel yang bisa di gulung dan mudah dibawa kemana-mana. Meteran digunakan untuk mengukur objek yang lebih besar dalam dunia pertukangan dan juga sebagai alat ukur tanah, bangunan dan lebar jalan. Meteran yang biasa digunakan dalam dunia pertukangan adalah meteran jenis roll meter yang terbuat dari besi tipis yang dapat menggulung, roll meter umumnya memiliki panjang 3 sampai dengan 10 meter. Sedangkan meteran yang digunakan untuk mengukur tanha dan bangunan dikenal dengan nama meteran fiber yang terbuat dari bahan pita plastik, meteran jenis ini umumnya memiliki panjang mencapai 50 meter.

3. Jangka sorong


Jangka sorong merupakan alat untuk mengukur satuan panjang, jangka sorong memiliki tingkat akurasi dan presisi mencapai ±0,05 mm. Biasanya jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter benda-benda kecil. Karena memiliki tingkat akurasi yang tinggi alat ini menjadi pilihan para enginner, terlebih lagi saat ini sudah ada jangka sorong digital yang dapat langsung menampilkan hasil ukur pada layar digital.

Jangka sorong  memiliki bentuk menyerupai kunci inggris sehingga dapat digunakan untuk mengukur diameter bagian luar dan juga dalam dari sebuah benda. Pada jangka sorong terdapat dua pasang rahang, yaitu rahang luar dan rahang bawah yang berfungsi untuk mengukur jarak dan sepasang rahang atas dan bawah yang berfungsi untuk mengukur diameter dalam.

4. Mikrometer sekrup

jenis-jenis alat ukur dan fungsinya


Mikrometer sekrup merupakan alat yang digunakan untuk mengukur panjang benda berukuran kecil. Mikrometer sekrup memiliki tingkat akurasi dan presisi yang lebih baik jika dibandingkan dengan ketiga alat ukur panjang sebelumnya. Tingkat akurasi dari mikrometer sekrup mencapai 0,01 mm. Pada awal penemuannya, jangka sorong digunakan untuk mengukur jarak sudut abtar-bintang-bintang dan mengukur ukuran benda luar angkasa dari teleskop. Sekarang ini mikrometer sekrup lebih sering digunakan untuk mengukur diameter dan ketebalan benda berukuran kecil, seperti mgukur ketebalan kertas dan diameter kawat serta pengukuran lainnya.

Namun sayangnya meskipun namanya mikrometer sekrup, alat ini tidak tepat jika duigunakan untuk mengukur benda dengan sekala mikrometer. Nama mikrometer sendiri diambil dari bahasa Yunani, yakni "micros" yang berarti kecil. Selain mikrometer sekrup manual, sekarang ini sudah ada mikrometer sekrup digital yang bisa langsung menampilkan hasil ukur kelayar digital.

5. Timbangan duduk

jenis-jenis alat ukur dan fungsinya


Timbangan duduk adalah salah satu alat ukur yang digunakan untuk menimbang berat suatu benda, biasanya digunakan oleh para peternak, pedagang, jasa laundry, atau koki. Timbangan jenis ini banyak digunakan karena memiliki kapasitas yang mencapai 500 kg, namun ada juga yang berkapasitas maksimal 50 kg. Timbangan duduk dengan kapasitas 500 kg, biasanya dilengkapi dengan roda besi dan timbangan bandul geser yang terbuat dari bahan kuningan. 

6. Neraca

jenis-jenis alat ukur dan fungsinya


Neraca merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur massa atau banyaknya zat yang terdapat pada sebuah benda. Dengan menggunakan neraca, massa benda dapat diukur dengan tingkat akurasi mencapai 0,01 g. Ada beberapa jenis beraca, seperti neraca lengan gantung, neraca analistis dua lengan, neraca digital, dan neraca Ohaus. Untuk dapat mengukur massa suatu benda memerlukan jenis neraca yang sesuai agar hasil pengukurannya tepat.

7. Timbangan badan

jenis-jenis alat ukur dan fungsinya

Timbangan badan merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur berat badan seseirang. Alat ukur yang satu ini biasanya sering kita jumpai di tempat tempat umum, seperti, puskesmas, rumah sakit, apotek, atau klinik. Seiring dengan berkembangnya teknologi, saat ini timbangan badan juga dilengkapi dengan alat ukur panjang yang berfungsi untuk mengukur tinggi badan.

8. Timbangan digital

Seiring dengan berkembangnya teknologi saat ini sudah ada timbangan digital, timbangan jenis ini dapat lebih akurat jika dibandingkan dengan timbangan biasa pada umunya. Alat ukur yang satu ini memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan cara penggunaannya. Selain dapat mengukur lebih akurat, sekarang timbangan digital sudah ada yang dilengkapi dengan alat ukur waktu, seperti timbangan digital untuk membuat minuman kopi di kafe.

9. Timbangan kodok

Timbangan kodok merupakan alat ukur yang digunakan untuk menimbang berat suatu benda. Timbangan jenis ini biasanya digunakan di pasar dan juga toko kelontongan. Dalam penggunaannya, timbangan kodok atau bebek dilengkapi dengan anak batu dengan berbagai ukuran, mulai dari 50 gr (1/2 ons), 100 gr (1 ons), 200 gr (2 ons), 500 gr (1/2 kg), dan 1000 gr (1kg). Timbangan kodok memiliki kapasitas muatan maksimal mencapai 10 kg.

10. Timbangan gantung

Timbangan gantung atau crane scale biasanya digunakan untuk mengukur berat benda dengan cara digantung. Jadi, benda yang akan di ukur beratnya digantungkan pada pengait yang terdapat pada timbangan gantung.

Ada dua jenis timbangan gantung, yaitu timbangan gantung manual dan timbangan gantung digital. Tentunya kedua jenis timbangan gantung tersebut memiliki tingkat akurasi yang berbeda. Timbangan gantung digital memiliki tingkat akurasi yang lebih baik jika dibandingkan dengan timbangan gantung manual.

11. Timbangan hybrid

Timbangan hybrid merupakan timbangan yang cara kerjanya merupakan perpaduan antara timbangan digital dan mekanik. Biasanya timbangan jenis ini diletakan pada posisi tempat yang tidak ada aliran listrik.

Timbangan hybrid mampu menimnbang dengan kapasitas besar, hal tersebut menjadi kelebihan timbangan hybrid dibandingkan dengan timbangan jenis lainnya. Timbangan jenis ini banyak digunakan di sektor industri karena memiliki kemampuan menimbang dengan kapasitas besar.

12. Jam

Jam merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengetahui waktu yang ada pada suatu tempat. Sebuah jam memiliki lama 1/24 hari, dalam 1 jam terdiri dari satuan yang lebih kecil, yakni 60 menit atau 3600 detik. Seperti alat ukur massa lainnya, jam juga memiliki skala yang digunakan untuk mengetahui nilainya. Sebuah jam dilengkapi dengan 3 buah jarum, masing-masing jarum tersebut menunjukan skala jam, menit, dan detik. Ada beberapa jenis jam menurut cara kerjanya, seperti jam analog, jam digital, jam pasir, dan jam matahari.

13. Stopwatch

Stopwatch merupakan alau ukur yang digunakan untuk mengukur lama waktu yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Misalnya, mengukur lama seseorang berlari, atau menghitung waktu yang dibutuhkan tukang untuk dapat menyelesaikan sebuah kursi kayu. Stopwatch terdiri dari dua jenis, yaitu stopwatch analog dan stopwatch digital. Kedua jenis stopwatch tersebut memiliki tingkat akurasi yang berbeda. Stopwatch analog memiliki akurasi mencapai 0,1 detik, sedangkan stopwatch digital memiliki tingkat akurasi mencapai 0,001 detik.

14. Kalender

Kalender merupakan alat ukur untuk mengukur rentang waktu yang cukup lama, yakni meliputi hari, minggu, bulan, dalam satu tahun. Selain menjadi alat ukur, kalender atau penanggalan merupakan sebuah sistem sistem pemberian nama pada sebuah periode waktu, seperi nama-nama hari dan nama-nama bulan.

Terdapat dua jenis kalender, yakni kalender masehi yang pengukurannya berdasarkan lamanya bumi mengelilingi matahari dan kalender hijriyah yang pengukurannya berdasarkan lamanya bulan mengelilingi bumi.

15. Digital timer

Digital timer merupakan alat ukur yang biasa digunakan di lingkup laboratorium, alat pengujian, ruang penelitian, dan lain sebagainya. Dengan menggunakan digital timer kita menjadi lebih mudah dalam melakukan proses pengujian, terutama dalam ketepatan waktu uji. Alat ini bisa menjadi pendukung kerja alat uji, terutama pada alat uji yang bergantung terhadap waktu yang dibutuhkan.

16. Termometer

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur perubahan suhu (temperatur). Istilah termometer sendiri berasal dari bahasa latin, yakni termo yang berarti panas dan meter yang berarti mengukur. Termometer memiliki prinsif kerja yang bermacam-macam, yang paling umum digunakan adalah termometer air raksa. Ada beberapa jenis termometer jika dilihat menurut cara kerjanya, yakni termometer air raksa, termokopel, termometer inframerah, termometer galileo, termistor, termometer bimetal mekanik, sensor suhu bandgap silikon, termometer alkohol, termometer badan, termometer laboratorium.

Nah, itulah beberapa alat ukur yang dapat menunjang kegiatan kehidupan kita sehari-hari. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Referensi:

Dilansir dari berbagai sumber

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url