Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah dan Makna Logo Tut Wuri Handayani

Ki Hajar Dewantara merupakan tokoh penting yang meletakkan dasar perkembangan pendidikan modern di Indonesia serta dikenal luas sebagai penggerak lahirnya sistem pendidikan nasional. Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangannya, tanggal kelahirannya yaitu 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Beliau juga menciptakan tiga semboyan pendidikan yang sangat terkenal, yaitu:

  • Ing Ngarsa Sung Tuladha
  • Ing Madya Mangun Karsa
  • Tut Wuri Handayani

Ketiga semboyan tersebut menggambarkan peran seorang pendidik dalam membimbing peserta didik. Saat berada di depan, guru harus mampu menjadi contoh yang baik. Ketika berada di tengah, guru berperan membangun semangat dan ide. Sementara itu, saat berada di belakang, guru memberikan dukungan dan dorongan agar siswa berkembang dengan percaya diri.

Dari ketiga semboyan tersebut, “Tut Wuri Handayani” dipilih sebagai simbol pendidikan nasional Indonesia dan dijadikan lambang resmi Kementerian Pendidikan.

sejarah dan makna logo tut wuri handayani


Sejarah Awal Mula Logo Tut Wuri Handayani

Logo Tut Wuri Handayani mulai digunakan secara resmi pada tahun 1977. Sebelum ditetapkan, pemerintah mengadakan sayembara pembuatan lambang pendidikan pada 14 Februari 1977. Ribuan desain ikut dikirimkan, namun belum ada yang dianggap benar-benar sesuai.

Akhirnya, panitia memilih beberapa desain terbaik untuk disempurnakan kembali hingga terbentuk logo yang digunakan sampai sekarang. Lambang tersebut kemudian disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Nomor 0398/M/1977 pada tanggal 6 September 1977.

logo tut wuri handayania


Makna Lambang Tut Wuri Handayani

1. Bentuk Segi Lima

Bidang segi lima berwarna biru muda melambangkan dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila, sebagai pedoman dalam dunia pendidikan.

2. Tulisan “Tut Wuri Handayani”

Kalimat ini menjadi simbol filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara yang menekankan pentingnya memberikan dorongan kepada peserta didik agar berkembang secara mandiri.

3. Nyala Belencong

Belencong merupakan lampu dalam pertunjukan wayang kulit. Cahaya yang menyala menggambarkan ilmu pengetahuan yang menerangi kehidupan manusia.

4. Motif Burung Garuda

Garuda melambangkan kekuatan, keberanian, dan semangat untuk maju. Sayap serta ekornya yang berjumlah lima menggambarkan nilai-nilai Pancasila yang menjadi landasan pendidikan bangsa.

5. Gambar Buku

Buku memiliki arti sebagai sumber ilmu pengetahuan dan sarana untuk menambah wawasan manusia.

6. Arti Warna pada Logo

  • Putih menunjukkan ketulusan dan kesucian.
  • Kuning emas melambangkan kemuliaan dan pengabdian.
  • Biru muda menggambarkan pengabdian yang terus berlanjut dengan berlandaskan nilai Pancasila.

Logo Tut Wuri Handayani tidak hanya menjadi identitas dunia pendidikan Indonesia, tetapi juga mengandung pesan mendalam tentang pentingnya ilmu, keteladanan, dan semangat membimbing generasi penerus bangsa

Sumber: https://www.kemdikbud.go.id/main/informasi-publik/logo-kemdikbud

Posting Komentar untuk "Sejarah dan Makna Logo Tut Wuri Handayani"